Rekan

Darayanza

Darayanza: Bukan Sekadar Nampang, Jadi Influencer itu Harus Cerdas

Saat ini, dunia telah banyak mengalami perubahan. Jika dulunya orang harus menempuh jalan yang panjang dan rumit berliku untuk bisa dikenal, berkat adanya social media dan internet sekarang semua orang bisa tampil dan memiliki ruang unjuk dirinya sendiri. Bahkan, Andy Warhol pun pernah memprediksi, “In the future, everyone will be famous for 15 minutes.”

Tak heran, dengan perubahan zaman dan teknologi ini, menjadi content creator adalah lahan berkarya sekaligus mendapatkan penghasilan yang menggiurkan. Tetapi, bukan sekadar membuat video atau berfoto dan mengunggahnya di social media saja. Melainkan ada kerja keras dan strategi bisnis di baliknya. Seperti yang kini sedang digeluti oleh Darayanza, content creator dan beauty influencer dari Kota Malang.

Bikin Konten Audio Visual karena Pengen Berbagi

Terjunnya Dara, panggilan akrab Darayanza, ke dunia content creator sebetulnya diawali karena preferensi pribadinya. “Awalnya karena aku anaknya audio-visual banget. Setiap kali aku belajar masak, aku merasa lebih mudah kalau melihat orang lain memasak ketimbang baca resep di majalah,” ujar Dara. “Berarti, akan ada orang yang juga seperti aku. Yang susah menghafal resep tertulis, lebih mudah lihat contoh.”

Dari situlah awalnya Dara terpikir untuk membuat tutorial atau pun informasi apapun serupa dengan apa yang mudah dimengertinya. Salah satunya adalah lewat video. Di tahun 2015, Dara mulai membuat video-video yang dibuatnya saat merias orang lain dan di-upload-nya ke channel Youtube-nya. “Nggak nyangka, feedback-nya gede banget. Karena zaman itu belum banyak orang yang membagikan tutorial make up di Youtube.”

Seiring dengan semakin banyak konten yang dibuatnya di Youtube dan social media yang lain, entah itu merias orang lain atau saat merias dirinya sendiri, Dara pun menyadari bahwa ada dampak yang bisa diciptakan dari apa yang dilakukannya. Salah satunya adalah menjadi influencer.

Merintis Bikin Konten Bermodalkan Handphone

Terjun di dunia konten video tidak langsung berbekal alat canggih. Dara justru mengawalinya dengan handphone biasa. “Itu handphone lawas. Nggak layak juga, video juga nggak bisa dipost. Karena aku mikirnya berusaha aja,” ujarnya. Didasari niat yang tinggi, Dara terus berusaha agar apa yang dikerjakannya bisa berbuah hasil. “At least aku berusaha sampai platform-platform social media-ku itu bisa membeli equipment untuk membeli dirinya sendiri. Waktu itu tujuanku beli kamera. Istilahnya aku punya kamera gratis.”

Dari kamera hasil jerih payah bikin konten yang didapatkannya dalam jangka waktu lama itu, akhirnya Dara mulai membeli peralatan-peralatan lain yang mendukungnya untuk berkarya, seperti lighting. Tak hanya itu, Dara pun mulai belajar bagaimana mengedit video.

“Alhamdulillah, sekarang aku sudah punya mini studio dengan kamera, background, soft box, ring light, dan berbagai software editing video.”

Cerdik Mengatur Pekerjaan dan Finansial sebagai Single Fighter

Dikenal sebagai content creator dan beauty influencer yang produktif, nyatanya Dara selama ini mengerjakan pekerjaan-pekerjaannya seorang diri. “Sejauh ini aku masih bekerja dan mengerjakan semuanya sendiri. Makanya belum bisa fokus. Tapi untuk beberapa item yang sekiranya aku kesusahan, biasanya aku dibantu videografer, jika aku mau kualitas videonya lebih baik,” terang pemilik akun Instagram @darayanza ini. “Kalau yang lainnya, paling urusan administrasi ke managerku. Dia yang handling untuk balas e-mail kerjasama atau kalau ada brand yang mau approach aku.”

Di tahun ini pula, Dara mulai menerapkan sistem managemen, meski belum sempurna. Ia mulai menyadari pentingnya mengatur sistem dalam managemen karena pekerjaan yang dilakoninya ini penuh ketidakpastian, tapi juga full of surprises.

“Untungnya, aku bekerja masih dari rumah. Meskipun aku harus lembur, aku masih berada di atap yang sama dengan keluargaku. Dan itu sangat meminimalisir pengeluaran yang tidak penting,” kata perempuan yang sudah aktif di Youtube sejak tahun 2015 ini. “Untuk menyiasati menabung, biasanya aku pakai beberapa tabungan online untuk membagi-bagi pengeluaran sesuai posnya.”

Nekat Launching Produk di Masa Pandemi

Masa pandemi ini membatasi kita beraktivitas di luar rumah. Tetapi hal ini justru disikapi Dara secara positif. Dengan hanya di rumah saja, Dara malah makin produktif membuat berbagi konten di social media. Khususnya di Instagram. Tak heran, followers Instagram-nya melesat jauh karenanya. Begitu pula hal ini berdampak terhadap social presence dan brand-brand yang ingin bekerja sama dengan Dara.

Momen pandemi ini pula jadi milestone bagi Dara. Bersama dua orang rekannya, Dara merilis produk hijab bernama LD, yang sudah tersebar di seluruh Indonesia. “Waktu itu sudah prepare dari tahun kemarin. Ternyata, kami harus launching, eh ada Covid-19. Tapi kami berpikir, ‘Kalau nggak nyemplung, kita nggak bakal tahu marketnya gimana.’ Yah, kita harus berusaha do the best, let God do the rest. Kami berusaha tim managemen, konten, kreatif dan lain-lainnya gimana. Oke, akhirnya kami berani launching di hari pertama PSBB. Alhamdulillah, sampai sekarang masih baik di mata customer.”

Dengan kondisi yang serba tidak pasti, berbisnis jadi tantangan yang harus ditaklukkan. “Memang nangis darah sih. Tapi, we’re happy to do that.”

Putar Otak dan Bertanggung Jawab sebagai Influencer

Menjadi seorang influencer, Dara merasakan suka-duka bergelut di bidang ini. Mendapatkan barang-barang dari brand dan mengunjungi tempat-tempat yang disukai tanpa perlu membelinya atau mengeluarkannya. “Tapi, aku harus putar otak di usiaku yang sudah tidak muda untuk bersaing dengan kreator-kreator muda yang masih fresh, teknologinya jauh lebih tinggi. Aku harus tetap menyajikan konten yang ‘aku’ banget. Namun, tetap bisa jadi konten yang dinikmati anak muda.”

Sukanya menjadi influencer tak serta-merta ditelan begitu saja oleh Dara. Ia juga menyadari ada tanggungjawab yang dipikulnya. “Sekarang ‘kan banyak trust issue terhadap influencer. Karena adanya ketidakpercayaan karena mereka dibayar untuk me-review produk. Itu yang bikin aku cukup ngoyo untuk self-branding, ‘Guys, believe me, bahwa aku masih Dara yang sama.'”

Dara punya tips dan trik buat kamu yang ingin menjadi content creator dan influencer. “Yang pertama adalah perhatikan mentalmu. Apakah kamu siap untuk semua hate comments? Apakah kamu siap untuk semua teknologi ini? Kamu siap bekerja nggak ada bosnya yang semua poros usahanya ada di kamu? Siap dengan ketidakpastian? Karena kalau kamu masih gampang ngedrop lihat hate comments dan jumlah likes, berarti belum siap. Kalau siap, silakan karena nggak ada kata terlambat untuk terjun di industri ini.”

“Satu hal lagi, be honest. Jadilah orang yang baik, jadilah orang yang benar. Apapun pekerjaanmu meskipun kamu ada di situasi yang amat berat untuk memilih sesuatu yang baik dan benar.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *