Rekan

Christabel Annora

Christabel Annora: Pintar Baca Peluang, Hobi Bisa Jadi Bisnis yang Menguntungkan

Memiliki hobi adalah passion yang membuat kita terus hidup. Maka itu, tak heran jika ada yang berpendapat orang yang punya hobi dan memelihara passion itu sepanjang hidupnya adalah orang yang paling berbahagia. Apalagi jika hobi kita itu juga bisa membawa kita jadi lebih bersinar dan juga menjadikannya salah satu bisnis kita. Seperti yang dilakoni oleh solois yang berasal dari Malang, Christabel Annora atau yang kerap dipanggil Ista ini.

Kali ini, kami berkesempatan untuk ngobrol-ngobrol dengan Ista, mulai dari awal mulai bermusik hingga dunia desain yang kini juga digelutinya.

Mulai Kenalan dengan Musik sejak Dini

Perjalanan bermusik Ista dimulai dari sejak kecil, lewat les piano. “Dulu katanya minta sendiri gitu (les piano),” cerita Ista. “Les piano itu sampai SMA. Kemudian aku dari SD sampai SMA ngeband-ngeband gitu. Ada juga paduan suara. Lulus SMA masih juga ngeband. Akhirnya bikin-bikin lagu. Di tahun 2016, rilis lagu pertama deh.”

Tidak dipungkiri, inilah modal awal Ista terjun di dunia musik. “Aku bersyukur banget karena di-les-in piano sama orangtuaku.”

Modal Tekuni Musik Secara Serius

Seiring dengan semakin banyaknya permintaan manggung dan namanya mulai dikenal di kancah musik Indonesia, Ista pun mulai menata satu per satu langkahnya di dunia musik.

Jika dulunya les musik adalah modal awalnya, Ista akhirnya berinvestasi pada piano elektrik untuk modalnya latihan dan berkarya. “Modal waktu juga sebenarnya. Kalau nggak ada waktu juga percuma. Jadi tiap hari aku latihan. Paling nggak nulis-nulis sketch kasar lagu lah.”

Selain menseriusi karya-karya yang dilahirkannya, saat ini Ista juga mulai dibantu oleh Titi Savitri sebagai manager. “Jadi, sebenarnya tim secara management, aku hanya berdua dengan Titi. Kami bagi dua job desc. Untuk contact person dan endorsement, itu ke Titi. Tapi kalau seperti project wedding-an dan lain-lain, itu ke aku,” terang perempuan kelahiran bulan Januari ini. “Cuma, kalau waktu manggung, kami sudah ada stage mate alias teman-teman panggung. Berangkatnya dari teman, terus kerja bareng. Isinya adalah session player, fotografer, sound engineer, kru.”

“Karena ini bukan band, jadi masih bisa ditangani berdua di sisi management. Kebetulan karena kami bersahabat, jadi bisa membagi tugas dengan baik. Nggak ada tugas yang terbengkalai selama ini walau kami berbeda kota.”

Membangun Citra Dengan Aksi dan Menikmatinya

Ketika ditanya bagaimana perjalanan Ista membangun personal branding, Ista mengaku tidak pernah terpikir untuk membangun brandingnya seperti apa. “Sebetulnya, jujur, aku nggak membangun personal branding yang gimana-gimana. Ya inilah aku. Tapi in terms of music, aku memainkan apapun genre-nya dengan piano,” ujar Ista yang kini lebih banyak beraktivitas di Surabaya ini.

“Sering sih banyak yang komentar, ‘Kamu kok wedding-an sih? Ya udah main lagumu sendiri aja. Kenapa masih harus wedding-an gitu?’. Tapi aku merasa enjoy memainkan musik apapun, entah itu laguku atau lagu orang lain. Nggak mikir yang gimana-gimana.”

Setelah Tarik Rem, Kembali Injak Gas di Kala Pandemi

Pandemi tiba-tiba datang di awal tahun 2020 ini dan hingga kini seluruh masyarakat dunia sedang berjibaku untuk bertahan hidup karenanya. Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah para musisi dan pekerja dunia hiburan yang selama ini mata pencahariannya adalah dengan manggung. Termasuk juga Ista.

“Semua mengalami ini. Harus ada perubahan. Tahu sendiri lah ya, event-event musik semuanya berhenti. Jadi kita harus ngapain? Ngeles-in piano juga online sekarang,” kata Ista yang ngefans dengan grup The Carpenters ini. “Tapi aku masih terima job wedding sesekali. Online gigs juga. Terus, sekarang lagi garap soundtrack game dan film pendek. Atau bikin-bikin background musik untuk acara-acara tertentu. Apa aja yang bisa dilakukan. Masih di bidang musik lah.”

Dari Musik, Menggaet Dunia Desain

Saat ini Ista juga berstatus sebagai pengajar di salah satu universitas swasta di Surabaya. Berbeda dengan Ista yang selama ini dikenal masyarakat luas sebagai seorang musisi, di kampus Ista mengajar sebagai dosen program studi desain fashion dan lifestyle.

Banyak yang mempertanyakan keputusan yang diambil Ista saat mengambil S2 di bidang desain fashion. “Itu keputusan yang sulit banget. Tapi, ingin membahagiakan orangtua. Dan nggak ada salahnya juga, karena aku S1 juga nggak di bidang musik. S1-ku di arsitektur. Nggak di musik juga nggak apa-apa, toh aku juga nggak akan berhenti main musik.”

Dari apa yang digeluti Ista di dunia desain saat ini pun, ternyata membuka peluang bisnis baru. Di akun social media-nya, perempuan bernama lengkap Christabel Annora Paramita Parung ini mulai memasarkan merchandise hasil karyanya sendiri. Mulai dari scarf hingga tas tote bag yang artistik. “Di luar merchandise project Christabel Annora itu, aku iseng-iseng aja bikin gambarnya. Ada teman-teman yang bilang, ‘Eh aku mau dong, bikinin’. Kupikir itu sebuah peluang juga. Apalagi sekarang orang-orang kayak tertarik dengan yang full print gitu dan aku juga suka,” kata Ista.

Merchandise yang pernah dibuat oleh Ista antara lain yang bertema makanan. “Ternyata orang-orang Indonesia ini suka merchandise yang bergambar makanan ya, termasuk aku juga.”

Gambar-gambar yang dihasilkan Ista ternyata banyak menarik antusiasme audiencenya. “Aku bikin akun Instagram sendiri untuk karya-karyaku. Dari situ ada juga yang follow. Ada yang pesan ilustrasi juga. Pesen logo juga. Kadang-kadang mereka pesan gambar, buat kado. Aku tawarin mau dicetak sekalian nggak? Mau dikasih frame nggak?”

“Tapi aku belum menseriusi ini 100 persen, masih angin-anginan sejujurnya. Meskipun begitu masih pengen lanjut karena pasarnya juga ada.”

Mimpi Membangun Sekolah Musik

Ketika ditanya, apa sih yang diinginkan Ista di masa depan, ternyata Ista ingin membangun sekolah musik. “Aku pengen punya sekolah musik. Sangat ingin sampai detik ini. Masih mengumpulkan modal dan pengetahuan karena bikinnya nggak gampang. Ngomongin kurikulum, kurikulumnya nggak bisa asal.”

Menjadikan hobi jadi bisnis yang menghasilkan uang, bagi Ista itu bukanlah hal yang mustahil. Cobalah menseriusinya. “Misalnya suka bikin musik-musik random gitu. Coba dibikin beneran. Diupload ke Audiojungle, misalnya. Banyak videografer cari musik-musik latar begitu. Mungkin iseng aja, tapi bisa dapat uang lho dari sana.”

Well, buat kamu yang punya hobi di dunia seni, jangan biarkan hobi itu mati dan hanya sebatas senang-senang saja. Jika pintar membaca situasi dan peluang, hobimu juga bisa menjadi bisnis yang menghasilkan uang seperti yang dilakukan oleh Ista. So, what are you waiting for? Let’s create and move now!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *