Rekan

Rulli Suprayugo

Rulli Suprayugo: Lihai Berstrategi untuk Survive di Dunia Hiburan

Dunia entertainment bukan sekadar dunia hiburan semata. Di dalamnya, ada roda ekonomi yang turut berjalan dan mampu menghidupi pelakunya. MC dan broadcaster, misalnya. Bergerak di bidang jasa, MC dan broadcaster pun harus terus memutar otak dan strategi agar tetap bisa bertahan hidup.

Bicara soal MC dan broadcaster, nama Rulli Suprayugo tentu tak asing lagi, terutama di Kota Malang. Mengawali jejak karir sejak SMA sebagai MC di acara-acara festival band, lambat laun karir Rulli pun semakin mantap semenjak kuliah. Dari MC, Rulli pun merambah dunia broadcasting. “Tahun 2007 tepatnya. Pokoknya di tahun 2007 itu aku dulu siaran di Makobu,” ujar Rulli. “Gara-gara dulu apply di radio kampus, terus nggak diterima. Seminggu kemudian, aku malah diterima di Makobu. Waktu itu Makobu lagi hits-hitsnya.”

Terus Berinovasi dan Disiplin

Pernah mencicipi bekerja di JTV Malang dari tahun 2009 hingga 2014, Rulli merasa harus terus berinovasi dan terus mengikuti trend agar tetap bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan dunia MC dan broadcaster. “Tapi, yang paling penting adalah basic-nya harus kuat. Karena generasi-generasi sepertiku, masih mempertahankan basic yang kuat dulu. Karena kalau basic-nya sudah bagus, vokal dan kemampuan, mau dibuat karakter dan jenis gimana aja bisa mengikuti,” kata Rulli.

Menjadi seorang MC dan broadcaster yang merupakan pekerjaan utama, tak lepas dari profesionalitas. Rulli menyadari bahwa apa yang dikerjakannya sangat terkait dengan pelayanan. “Faktor trust (kepercayaan) itu paling penting. Kadang pencitraan bagus di social media, tapi kerjanya nggak bagus, sering telat. Nah, salah satu modal utama adalah disiplin. Itu penting. Disiplin sama waktu dan komitmen dengan pekerjaan.”

Selain modal kedisiplinan, menurut Rulli, menjadi seorang MC juga tak lepas dari penampilan diri atau outfit dan juga menjaga kesehatan. Keduanya merupakan modal yang tidak bisa dilepaskan dari keharusan seorang MC tampil di depan umum.

Menjaga Relasi yang Baik dengan Kolega

Pekerjaan sebagai MC dan broadcaster seperti yang dilakoni Rulli mengharuskan kita untuk sering bertemu dengan banyak orang. “Kita harus make a good relationship sama klien kita, baik itu WO, EO, dan yang lainnya. Termasuk juga vendor.”

Meski harus menjalin komunikasi dan relasi yang baik, Rulli juga berpesan agar tetap profesional. “Kita harus tahu batasannya, saat bekerja dan berteman. Ada yang kerja cocok, tapi berteman nggak cocok. Begitu pula sebaliknya. Pokoknya semuanya harus seimbang,” ujar pria yang kini aktif sebagai penyiar di Pro 2 RRI Malang ini, “Dan jangan lupa tunjukkan integritas kita terhadap profesi kita, supaya orang membutuhkan kita karena kemampuan kita. Bukan sekadar karena good relationship, baik sama mereka aja. Karena kemampuan kita bagus dan komitmen kita bagus.”

Pentingnya Me-manage Pekerjaan Sehari-hari dan Finansial

Selama ini, Rulli bekerja sendiri tanpa bantuan tim. Hal ini tentunya jadi tantangan tersendiri. Apalagi tidak hanya satu-dua pekerjaan saya yang diembannya. “Sebetulnya aku kerja sendirian. Kadang kalau aku butuh bantuan, aku hire satu asisten. Misalnya bantu untuk dokumentasi. Penting banget bisa bagi waktu.”

Rulli pun menerapkan skala prioritas dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaannya. Prioritas pertama adalah MC, siaran, kemudian baru lah job-job yang lain. Harus tahu skala prioritas karena berhubungan dengan mana pekerjaan yang terlebih dahulu masuk, itulah yang harus terlebih dahulu ditangani.

Selain mengatur waktu dan pekerjaan, Rulli yang juga dikenal sebagai voice over talent ini juga berbagi tips mengatur keuangan. Ia terinspirasi dari Ligwina Hananto, seorang financial planner. “Kalau MC ‘kan ada di baju juga. Terus investasi lain seperti properti. Dan yang paling penting adalah dana darurat. Itu penting banget, aku merasakannya.”

Beradaptasi dan Bersiap di Masa Pandemi

Sebagai seorang MC yang banyak bekerja di ruang publik dan bertemu banyak orang, masa pandemi Covid-19 ini tak dipungkiri mengubah banyak hal. Hal ini sangat dirasakan oleh Rulli. “Orientasiku adalah karya. Bagaimana caranya meskipun pandemi, dulunya duniaku harus berinteraksi dengan ratusan hingga ribuan orang, sekarang hanya terkukung di satu ruangan, jangan sampai membuat kita berhenti berkarya.”

Rulli melihat sisi lain yang didapatnya selama masa pandemi ini. Ia punya kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan yang lain, seperti mendesain poster, aktif nulis lagi, dan beberapa hal-hal lain yang bisa dikerjakan di rumah saja. Pemilik akun Instagram @goruli ini juga menemukan adanya peluang lain. “Kalau dulu konsultasi strategi komunikasi, kita nggak harus ketemu orangnya langsung. Sekarang ada perkembangan teknologi baru, misalnya Zoom, itu peluang baru. Banyak orang yang belum punya digital literasi, dan jadi peluangku untuk jadi konsultan komunikasi digital. Bukan semata-mata pemasaran digital, tapi komunikasi digital. Ternyata aku juga ramai di situ dan bisa jadi lahan untuk survive.”

Terkait dana darurat, setelah belajar mengelola finansial, ia pun menyadari pentingnya punya dana cadangan untuk bertahan hidup kala frekuensi pekerjaan menurun. “Dana darurat itu minimal tiga kali gaji kita. Tiga kali kebutuhan kita dalam satu bulan. Itu paling minim, dan tidak boleh diutak-atik. Hanya saat urgent. Kalau sudah habis, harus diisi lagi dan seterusnya.” Tips ini menyelamatkan Ruli ketika sepi job di awal pandemi kemarin.

Ke depannya, Rulli kini sedang mempersiapkan dan merintis bisnis baru di bidang konsultasi komunikasi dan pengembangan diri dengan konsep yang berbeda, yang belum ada di Malang. “Aku akan menggandeng beberapa pihak untuk meng-create, membuat seseorang menjadi persona yang luar biasa supaya siap tempur di berbagai bidang. Terutama bidang komunikasi.”

Berkarya sebagai MC dan broadcaster perlu komitmen dan keseriusan. “Siaran dan MC bukan sekadar mengisi waktu. Harus total, serius. Kalau bisa sampai tua. Dan itu akan jadi trademark-mu dan orang akan mengenalmu sebagai seorang MC dan broadcaster. Bukan cuma bisa, atau pun pernah mencoba,” ujar pria yang punya hobi nonton film ini.

“Jadilah profesional dan milikilah dedikasi di dunia itu,” pesan Ruli.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *